Dengan Diberlakukannya PMK 190/PMK.05/2012, Peranan Pejabat Perbendaharaan Semakin Jelas dan Tegas
12 Feb 2013

Dengan Diberlakukannya PMK 190/PMK.05/2012, Peranan Pejabat Perbendaharaan Semakin Jelas dan Tegas

Liputan Sosialisasi PMK 190/PMK.05/2012 kepada seluruh Satker lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta.

sosialisasi-pmk-190-2012-1aSecara maraton dari tanggal 21 s.d. 31 Januari 2013, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN yang baru (PMK 190/PMK.05/2012) kepada seluruh satker di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosialisasi yang dilaksanakan secara sinergis antara Kanwil dengan KPPN Yogyakarta, KPPN Wonosari dan KPPN Wates tersebut mengundang 4 pejabat teras satker yang terkait dengan pengelolaan keuangan (KPA, PPK, PPSPM dan Bendahara Pengeluaran), yang dalam PMK 190/PMK.05/2012 disebut dengan istilah Pejabat Perbendaharaan. Mengingat jumlah satker sebanyak 439 satker dan jumlah undangan mencapai lebih dari 1600 orang, pelaksanaan sosialisasi dibagi menjadi 14 sesi, yaitu 6 sesi di Kanwil (21-23/1), 4 sesi di KPPN Yogyakarta (28-29/1) serta masing-masing 2 sesi di KPPN Wates (28-29/1) dan KPPN Wonosari (30-31/1).

Dalam overview tentang pengelolaan keuangan negara, Kepala Kanwil DJPBN Prov. D.I. Yogyakarta, Hendro Baskoro mengatakan bahwa dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 telah mengamanatkan mengenai sistem pembagian kewenangan di dalam pengelolaan Keuangan Negara dimana Presiden sebagai Kepala Pemerintahan mendelegasikan kewenangan tersebut kepada para pembantunya.

     Selanjutnya melalui PMK ini, pembagian kewenangan antara K/L sebagai Pengguna Anggaran (COO) dengan Menteri Keuangan sebagai BUN (CFO) menjadi semakin jelas dan tegas” demikian papar beliau.

sosialisasi-pmk-190-2012-3Lebih lanjut beliau mengharapkan agar melalui sosialisasi ini dapat diwujudkan pemahaman dan persepsi yang sama tentang mekanisme pembayaran yang baru, khususnya bagi ke-4 pejabat pilar dimaksud, dimana ujung dari tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berbasis kinerja sebagaimana tema kegiatan yaitu :

       Mewujudkan Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Secara Tertib, Efektif, Efisien, Akuntabel Menuju Penyerapan Anggaran Yang Optimal”.

Dalam kegiatan tersebut selain disosialisasikan materi terkait mekanisme pembayaran sebagaimana diatur dalam PMK 190/PMK.05/2012, kepada para peserta juga diperkenalkan dengan materi Spending Review sebagai salah satu Tupoksi DJPBN yang baru. Satker perlu diinformasikan lebih dini karena tugas ini terkait dengan satker dalam pelaksanaan anggarannya, sehingga dengan mengetahui akan dilakukan evaluasi atau kajian yang berimplikasi pada perencanaan TA berikutnya, satker dapat melaksanakan anggaran secara cepat, tepat, tertib, efektif dan efisien.

    Berhasil atau tidaknya  PMK 190/PMK.05/2012 dan sosialisasi yang dilakukan DJPBN ini akan diukur melalui alat evaluasi yang disebut dengan spending review di akhir TA atau awal TA berikutnya” demikian dijelaskan salah satu narasumber.

sosialisasi-pmk-190-2012-2Bertindak sebagai  narasumber materi PMK 190/PMK.05/2012 adalah M.I. Sri Nuryati (Kabid PP I), Istu Wahudi (Kabu), Endah Martiningrum (Kabid Aklap), D.Gatit H. (Kasi PP IIA), sedangkan narasumber materi Spending Review adalah  Edy G (Kasi PA A), Evan H (Kasi PA B) dan Arief R (Kasi PP IIC). Untuk sosialisasi yang dilaksanakan di KPPN melibatkan narasumber para Kepala KPPN dan Kasi Pencairan Dana masing-masing KPPN.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung dengan lancar, terbukti adanya antusiasme para peserta yang cukup tinggi melalui pertanyaan dan tanggapan yang dilontarkan pada sesi diskusi. Hal ini dapat dimaklumi mengingat sosialisasi PMK ini sudah ditunggu-tunggu serta pemberlakuannya sejak tanggal 1 Januari 2013. Selanjutnya di setiap akhir sesi dilakukan post test guna mengukur kemampuan peserta dalam menyerap materi serta efektifitas sosialisasi yang dilakukan.

 (Kontibutor: Arief Rokhman)

Comments are closed.