Pentingnya Kepatuhan Internal di Lingkungan Kanwil DJPBN
29 Mei 2013

Pentingnya Kepatuhan Internal di Lingkungan Kanwil DJPBN

Liputan Sosialisasi Kepatuhan Internal pada Kanwil DJPBN Provinsi D.I. Yogyakarta.

Internal_1Dalam rangka pengenalan tugas dan fungsi Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal (SKKI) sesuai PMK No.169/PMK.01/2012 dan kesamaan pemahaman kepatuhan internal sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Perbendaharaan No.KEP-34/PB/2013 tentang Tata Kelola Pelaksanaan Tugas Kepatuhan Internal di Lingkungan Ditjen Perbendaharaan, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi kepatuhan internal pada hari Kamis tanggal 16 Mei 2013. Dalam acara tersebut dihadiri 117 pegawai dan menjadi terasa istimewa dengan kehadiran pejabat dari Kantor Pusat DJPBN dan KPPN Manna yang pada hari itu kebetulan sedang tugas ke BDK Yogyakarta. Adapun materi yang disampaikan antara lain Nilai-nilai kemenkeu, Kode Etik dan Disiplin PNS, Facing Change, Mindset Shifting dan SPIP dan Pengelolaan Pengaduan.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta (Hendro Baskoro) menyatakan nilai-nilai Kemenkeu (Integritas, Profesionalisme, Pelayanan, Sinergi dan Kesempurnaan) sebetulnya sudah ada pada diri kita sejak lama, dan kemudian dirumuskan oleh pimpinan Kemenkeu  sekitar bulan Juli 2011.

Internal_2

“Marilah kita mengingat kembali nilai-nilai Kemenkeu, kita lihat, kita fahami dan yang terpenting kita laksanakan” kata Hendro Baskoro.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, dengan semangat nilai-nilai Kemenkeu diharapkan kepada para pegawai DJPBN dapat  membangun dan menjaga  citra, sikap, ucapan dan perilaku dalam tugas sehari-hari.

Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan 4 materi dari 4 narasumber yaitu Tjahjo Purnomo (Kepala Subbag  Mutasi Kepegawaian Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan), Abdul Latif (Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Manna), M.I. Sri Nuryati (Ketua Pokja SKKI), dan Arief Rokhman (Koordinator Pokja KI).

Tjahjo Purnomo dengan topik “Disiplin PNS sesuai PP 53/2010 menekankan beberapa point yang menjadi  kewajiban PNS yang harus dilaksanakan  dan  larangan yang harus dihindari. Turut dipaparkan juga bagaimana pengaruh dari Disiplin dan Kode Etik tersebut  dalam penyusunan peringkat jabatan (grading) seorang pegawai.

Internal_3Selanjutnya, Abdul Latif memberikan materi motivasi pegawai dengan tema “Facing Change” . Latif menyoroti 4 mitos penyebab kegagalan dalam menghadapi perubahan, yaitu : Mitos  Kecerdasan, Usia, Kesehatan dan Nasib, serta bagaimana kiat  menghindari  penyebab kegagalan tersebut. Materi disampaikan dengan sangat menarik karena melibatkan peserta secara interaktif.

Narasumber III (M.I.Sri Nuryati) dengan tema “Mindset Shifting”, menyatakan :

Kita harus mampu menerima perubahan, kalau tidak mampu akan ditinggal oleh perubahan itu sendiri”.

Sri Nuryati bersyukur dan memberikan apresiasi kepada para pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY yang mempunyai semangat  belajar yang luar biasa.

 “Bahkan untuk GKM saja harus antri ruangan rapat” lanjut beliau.

Materi terakhir disampaikan oleh Arief Rokhman dengan topik  “SPIP dan Pengelolaan Pengaduan”. Arief menyampaikan bahwa dalam menghadapi perubahan itu perlu adanya pengendalian sehingga  kita tetap berjalan pada rel yang telah ditentukan, tidak ke kanan atau ke kiri. Disinggung mengenai perbedaan SPIP dengan waskat, waskat hanya dilakukan atasan langsung, sedangkan SPIP dilakukan oleh seluruh pimpinan dan pegawai dalam sebuah sistem yang terintegrasi.

Sosialisasi dengan moderator Bapak Istu Wahudi (Kepala Bagian Umum) berlangsung penuh antusias ditandai dari  peserta yang  tetap semangat mengikuti acara yang  dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 11.45 WIB.

 

Kontributor Kanwil DJPB Provinsi D.I. Yogyakarta – Murtasiyah

Comments are closed.